4 Februari 2012

Kaleidoskop 2011

9 Jan
Sudan mengadakan referendum untuk kemerdekaan Sudan Selatan

14 Jan
Presiden Tunisia Ben Ali mundur dari jabatannya.

19 Jan
Jean Claude mantan diktator Haiti pulang ke negara asalnya setelah 25 tahun hidup dalam pengasingan.

11 Feb
Presiden mesir Hosni mobarak resmi mengundurkan diri setelah 30 tahun masa jabatannya.

16 Feb
Unjuk rasa di Libya mendesak moammar Khadafy mundur dari jabatannya


11 maret
Jepang dilanda gempa 9,0 SR disusul tsunami dengan tinggi 10m

29 April
Pernikahan Pangeran William - Kate middleton

 1 mei
Osama Bin Laden meninggal setelah tertembak di Abbotabbad, Pakistan.

16  Juni
Ayman Al Zawahiri menggantikan posisi Osama menjadi ketua Al-Qaeda

20 Juli
Somalia mengalami krisis pangan berkelanjutan sehinnga menciptakan bencana kelaparan.

6 Agustus
Bentrok sosial di London

21 Sept
Konflik politik di Yaman antara pendukung (pro) dan kontra presiden Ali Abdullah Saleh.

5 Okt
Steve Jobs meninggal dunia akibat kanker.

8 Okt
Banjir melanda 60 Provinsi di Thailand (termasuk Bangkok).

20 Okt
moammar Khadafy tewasdalam penyergapan di kota Sirte.

31 Okt
PBB mengumumkan orang ke 7 milliar telah lahir dan menandakan populasi manusia di bumi yang sangat padat.

12 Nov
Perdana mentri Italia Silvio Berlusconi mundur setelah 17 tahun menjabat.

12 Des
Perang Irak berakhir AS menarik seluruh pasukannya dari negara tersebut.

Wanted !!!

Al-Qaeda's New Leader
Ayman Al Zawahiri
Resimi diangkat menjadi Ketua Oraganisasi Jihadist Al-Qaeda pada 16 Juni 2012


Penyelamatan Yang Tepat

Salah satu hal yang menyebabkan orangutan terancam adalah fakta bahwa di Indonesia, 80 persen orangutan berada di luar wilayah konservasi. Mereka pun berada di luar wewenang Direktorat Konservasi dan Perlindungan Alam Kementerian Kehutanan. Maka, orangutan-orangutan yang berada di luar kawasan konservasi berada di bawah 'kemurahan hati' para pemegang hak pengelolaan hutan.

Sial bagi orangutan jika para pemegang hak pengelolaan hutan adalah pengusaha kelapa sawit yang tidak menyediakan cukup ruang bagi orangutan untuk bergerak, atau malah menganggap mereka sebagai hama. Orangutan memang suka memakan buah kelapa sawit, setidaknya buah yang berusia di bawah 3 tahun.

Deputi Direktur Konservasi Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) Aldrianto Priadjati, Kamis (2/2), mengatakan bahwa daya jelajah orangutan bisa mencapai 100-150 hektar per individu orangutan. Sementara, dari kebun-kebun sawit yang ia kunjungi pada 17-22 Januari 2012 lalu di Kalimantan Timur, area konservasi di dalam perkebunan tidak sampai 5-10 hektar. Ia mengunjungi beberapa perkebunan kelapa sawit tersebut untuk melihat kondisi orangutan.

Aldrianto adalah bagian dari tim penyelamatan gabungan yang tersdiri dari RHOI, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim). Mereka sengaja menyisir beberapa perkebunan sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk melihat kondisi orangutan di lapangan setelah muncul pemberitaan-pemberitaan akan pembunuhan primata tersebut.

Secara tidak sengaja, tim berhasil menemukan dua individu (ibu dan anak) di lahan perkebunan milik PT Bakacak Himba Bahari. Mereka sudah pernah ke wilayah perkebunan itu sebelumnya, hanya tidak menemukan orangutan meski melihat ada sarang-sarang baru.

"Kami menunggu jam 5-10 pagi, lalu 4-7 sore, karena pada jam-jam itulah orangutan ada di sarangnya. Di luar jam tersebut, orangutan akan mencari makan atau mengeksplorasi wilayah, akan makin susah bertemu."

Dalam kunjungan hari itu, mereka mendapat informasi dari petugas keamanan yang mengatakan ada orangutan yang sedang dikepung setelah semalaman dikejar-kejar. Petugas keamanan tersebut pun meminta tim untuk tidak mengatakan bahwa informasi itu datang dari dia. Tak berapa lama, tim penyelamatan pun mendapati beberapa orang yang sedang mengelilingi orangutan betina berusia 25 tahun dan anak orangutan, berusia 6 tahun, dalam gendongan.

Ia terduduk tenang sekitar 500 meter dari kebun persemaian, kemungkinan kelelahan setelah semalam suntuk dikejar-kejar. Padahal biasanya tak mudah memotret orangutan di alam liar atau mendapati mereka dalam kondisi diam.

Aldrianto melihat ada beberapa orang dalam rombongan itu yang membawa parang. "Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Parang bisa digunakan sebagai alat menyerang atau untuk mempertahankan diri. Tapi mereka sempat membuang parang melihat kami," kata dia.

Beberapa orang yang mengelilingi induk dan anak orangutan itu sempat membantu tim penyelamatan untuk membius induk orangutan dan menanamkan chip pelacak. Namun sesudahnya, mereka seolah meminta balasan. Ucapan 'terima kasih' tak cukup buat rombongan yang diduga tidak berasal dari wilayah lokal, jika didengar dari aksen dan dialeknya.

Tim Aldrianto tak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada induk dan anak orangutan itu jika mereka datang lima atau sepuluh menit lebih lambat. Kedatangan mereka benar-benar tepat pada waktunya. Lebih untung lagi saat mereka kemudian mengetahui bahwa si induk tengah hamil tiga bulan.

Induk dan anak orangutan yang kemudian dinamai Suci dan Sri itu kemudian dipindahkan ke Hutan Kehje Sewen, Kutai Timur, milik RHOI seluas 86.450 hektar. Yang menarik, ketika Suci yang dalam keadaan dibius tiba di Kehje Sewen, ia tiba-tiba siuman dan langsung memanjat pohon. "Mungkin karena mencium bau hutan, tapi itu belum pernah kami lihat sebelumnya. Sangat mengharukan," kata Aldrianto lagi.

Sebenarnya, Aldrianto melihat beberapa sarang orangutan, tetapi mereka tak sempat 'menyelamatkan' orangutan-orangutan lain yang kemungkinan besar ada di lahan perkebunan tersebut.

Keberadaan orangutan di lahan-lahan perkebunan kelapa sawit juga diakui oleh Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA) Tandya Tjahjana. Ia sudah berkali-kali mengirimkan surat pada banyak perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Timur dan hanya mendapat sedikit jawaban. Balasannya pun semua mengatakan, "tidak ada orangutan di perkebunan mereka."

Mungkin perusahaan-perusahaan kelapa sawit ini tidak mau repot-repot mencari tahu. Tetapi, mungkin bisa saja orang-orang lapangan di perusahaan kelapa sawit tersebut tidak bisa mengenali sarang orangutan. "Pengetahuan mereka terbatas," kata Tandya.

Ada hal positif dari meledaknya pemberitaan soal pembunuhan orangutan, perusahaan-perusahaan kelapa sawit jadi lebih mendengar permintaan BKSDA. "Mereka juga takut pada sanksi hukum. Orang-orang bisnis ini tidak maulah kena kasus hukum," ujar Tandya.

Belajar dari pengalaman penyelamatan dan pelepasliaran Suci dan Sri, Tandya juga ingin BKSDA Kalimantan Timur untuk meningkatkan frekuensi patroli ke kebun-kebun kelapa sawit.

Siapa sebenarnya para pemburu yang mengelilingi Suci dan Sri pada hari itu?

Tandya dan Aldrianto hanya bisa berasumsi akan motivasi mereka. Namun Presiden Direktur RHOI Jamartin Sihite mencatat kini muncul tren perburuan oportunistik. "Ujung-ujungnya memang uang, tapi apakah pekerjaan mereka sehari-hari berburu orangutan, kami belum bisa pastikan," kata dia.

Yang pasti, banyak orangutan yang terlempar dari habitat aslinya karena perluasan lahan kebun kelapa sawit. Orangutan-orangutan yang terlempar dari habitat aslinya itu, jika tertangkap, kemudian dimanfaatkan untuk keuntungan ekonomi. "Misalnya, induk dan anak tertangkap, ada yang lihat anaknya lucu, ya dijual," kata Jamartin.

Tapi Jamartin juga mengingatkan, setiap satu bayi orangutan di kandang, berarti ada satu induk orangutan yang mati. Alasannya, orangutan akan terus menggendong bayinya sampai berusia tujuh tahun. Selama itulah sang induk mengajarkan pada bayinya cara hidup di alam liar.

Jika bayi orangutan sudah tidak mendapat pengetahuan itu dari induknya, maka butuh waktu tahunan untuk menyiapkan si orangutan ini untuk mengajarkan ulang soal hutan.

Padahal, karena induk orangutan cenderung bertahan di wilayahnya, ini menjadikan orangutan betina dan bayinya lebih rentan sebagai korban. Dengan situasi seperti ini, tak heran jika kemudian populasi orangutan turun drastis.

Suci dan Sri diselamatkan pada saat yang tepat. Tetapi apa yang terjadi pada orangutan-orangutan lain di wilayah perkebunan kelapa sawit? Di sinilah Jamartin menegaskan perlunya perkebunan kelapa sawit untuk mulai memperhatikan keberadaan satwa di areal mereka.

"Penyelamatan dan pelepasliaran harusnya jadi opsi terakhir. Yang utama adalah bahwa perusahaan-perusahaan ini harus menunjukkan strategi pertanggungjawaban menjaga satwa dan biodiversitas di lahan usaha mereka. Biaya-biaya untuk menjaga kelestarian hutan harus menjadi bagian dari ongkos produksi mereka," tambahnya lagi.      

'NEW' Milky Way GalaXy

Sebuah galaksi kembar seperti galaksi Bima Sakti kita menjadi fokus dalam sebuah potret kosmik baru oleh Teleskop luar angkasa Hubble diresmikan 4 Februari.

Foto yang menakjubkan menunjukkan galaksi NGC 1073, spiral membatasi seperti Bima Sakti kita. Galaksi ini terletak 55 juta tahun cahaya di konstelasi Cetus ( Rakasa Laut).

Dengan melihat keajaiban kosmik dianggap mirip dengan rumah sendiri galaksi kita, para astronom berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang Bima Sakti, yang kami hanya bisa melihat dari dalam.

Bar, terbuat dari garis padat bintang di pusat galaksi, diperkirakan untuk membentuk sebagai gravitasi menyebabkan gelombang kepadatan yang mendorong gas ke dalam, memasok bahan untuk bintang baru, para peneliti misi Hubble menjelaskan dalam sebuah pernyataan. Ini masuknya gas juga dapat memberi makan kelaparan lubang hitam raksasa diperkirakan mendiami pusat galaksi seperti yang lainnya


Foto yang baru dari galaksi NGC 1073 mengandung lebih dari sekedar tampilan cermin mata-muncul dari Bima Sakti kita.

Gambar Hubble juga mengungkapkan keanehan struktur seperti cincin kasar di sekitar galaksi yang merupakan hasil dari pembentukan bintang terakhir, menurut keterangan foto. Sebuah sumber sinar X terang yang dikenal sebagai IXO 5 terletak di dalam ring dan kemungkinan besar sistem biner berisi bintang dan lubang hitam terkunci di orbit sekitar satu sama lain.

Di bagian atas dari gambar adalah beberapa objek dengan warna kemerahan, yang masing-masing galaksi yang jauh mengintai jauh melampaui NGC 1073, kata para peneliti. Lalu ada tiga objek terang ekstra, yang interlopers aneh yang bukan milik galaksi NGC 1073 atau Bima Sakti kita.

"Bahkan mereka bukan bintang sama sekali Mereka adalah quasar, sumber cahaya yang sangat terang disebabkan oleh materi memanas dan jatuh ke lubang hitam supermasif di galaksi milyaran tahun cahaya dari kita.," Jelas peneliti Hubble. "Penyesuaian kesempatan melalui NGC 1073, dan kecerahan mereka yang luar biasa, mungkin membuat mereka terlihat seperti mereka adalah bagian dari galaksi, tetapi mereka sebenarnya beberapa objek paling jauh diamati di alam semesta."
 

365 Spesies Baru Ditemukan di Peru

Sekitar 365 spesies yang belum pernah terlihat sebelumnya, ditemukan di taman nasional Peru saat tengah dilakukan inventarisasi hutan Amazon. Menurut Wildlife Conservation Society (WCS) penemuan ini berlokasi di Taman Nasional Bahuaja Sonene, sebelah tenggara Peru.

Meski 365 spesies baru ini sudah ditemukan di tempat lain, tapi ini adalah kali pertama mereka dijumpai di Bahuaja Sonene. Spesies yang ditemukan antara lain 30 spesies burung, termasuk elang hitam-putih, phalarope Wilson, dan burung elang malam berwarna abu-abu.

Survei ini juga berhasil mendokumentasikan dua mamalia yang belum pernah ada di hutan itu, seperti kelelawar kuping besar Niceforo dan kelelawar tiga warna. Selain itu didokumentasikan juga 233 spesies ngengat dan kupu-kupu.

Kesemuanya berhasil ditemukan berkat program inventarisasi hutan. Sebab, inilah kegiatan inventarisasi pertama yang dilakukan sejak taman nasional Bahuaja Sonene didirikan di tahun 1996.

"Penemuan lebih banyak spesies di sini menunjukkan pentingnya konservasi di region ini," kata Julie Kunen sebagai Direktur WCS dalam program Latin Amerika dan Karibia, Kamis (2/2). "Taman ini merupakan salah satu batu permata dari Amerika Latin dalam hal peningkatan kerja area yang dilindungi."

Taman nasional Bahuaja Sonene berisi lebih dari 600 spesies burung, termasuk tujuh tipe kakaktua, 180 spesies mamalia, 50 jenis reptil dan amphibi, 180 jenis ikan, dan 1.300 jenis kupu-kupu.

Pertumbuhan spesies sebanyak ini diakui sebagai bentuk 'ledakan' spesies dalam satu dekade terakhir. Menurut data World Wildlife Fund (WWF), dalam kurun waktu 1999-2009, rata-rata tiga hari sekali ditemukan satu spesies baru di Amazon.

30 Januari 2012

Mesin Berbahan Bakar Udara

Peter Dearman dari Dearman Engine Company (DEC), Inggris, menciptakan mesin yang menggunakan udara cair (cryogenic) sebagai bahan bakarnya. Ciptaannya ini tidak meninggalkan karbon dari pipa pembuangan kendaraan yang membuat mesin ini bersaing dengan kendaraan berbahan bakar hidrogen atau listrik.

Pada hari Senin (23/01) kemarin, konsultan di Inggris menyatakan bahwa mesin ciptaan DEC berpotensi untuk dikomersialkan. Mesin ini beroperasi dengan menyuntikkan udara cryogenic yang kemudian dikonversikan menjadi gas bertekanan tinggi. Dorongan kepada mesin terjadi saat gas bertekanan tinggi itu tercipta.

Pada situs DEC disebutkan bahwa mesin ini tidak menghasilkan emisi gas buang sama sekali dan lebih murah dibandingkan dengan alternatif lain. "Mesin ini beroperasi dengan membuat udara cair menjadi gas, dan udara dingin menjadi satu-satunya pembuangan dalam mesin ini," seperi yang dikutip dari situs DEC. Teknologi baru ini beroperasi melalui proses penguapan udara cair. Jika penguapan terjadi dalam ruang yang benar, maka gas bertekanan tinggi akan dapat membuat mesin bergerak.

Sekarang, DEC sedang mengkalkulasi pengeluaran biaya untuk penciptaan mesin ini, karena percobaan sebelumnya menggunakan teknologi yang cukup mahal dan berat sehingga mobilitas tidak tercipta. Perusahaan ini menggunakan pendekatan baru di mana proses pemanasan terjadi di dalam mesin, panas terjadi karena kontak langsung dengan cairan. Langkah ini dapat menghilangkan konverter mahal dan berat.

Anak India Ciptakan Alat Anti Pelecehan



Manu Chopra mengatakan ia juga khawatir atas keselamatan adiknya.

Seorang siswa di ibukota India, Delhi, mengklaim ia menciptakan alat yang dapat membantu wanita mencegah serangan pelecehan.

Alat itu dipakai seperti jam tangan dan dapat menyetrum orang yang mencoba menyerang.

Alat anti pelecehan ini akan aktif bila denyut nadi korban meningkat.

Manu Chopra, 16 tahun, mengatakan kepada BBC, ia ingin menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan kenyamanan kepada wanita di jalan-jalan.

Sebagian besar kawasan di India, termasuk Delhi, tidak aman bagi wanita.

Banyak wanita yang membawa penyemprot merica untuk menangkap penyerang.

India mencatat kasus perkosaan sekitar 22.000 tahun 2008 atau naik 18% dari 2004, menurut Biro Kejahatan Nasional.

Manu mengatakan sangat memalukan karena perempuan tidak aman untuk keluar pada malam hari.



Pemasaran produk



"Bahkan kakak saya pun tidak boleh keluar malam karena tidak aman. Kota ini adalah ibukota negara," tambah Manu. Adik Manu berusia 12 tahun.

Alat yang disebut Feeble shock Manu atau alat kejut Manu dibuat dalam enam hari ini dan alat akan dijual 122 rupees (Rp 42.000).

Siswa sekolah GD Goenka itu mengatakan gagasannya muncul saat membaca tentang kompetisi nasional, yang diselenggarakan Badan Inovasi Nasional.

Badan yang dididirikan pemerintah ini memberikan penghargaan kepada para siswwa atas inovasi dan kreativitas.

Produk karya Manu rencananya akan diluncurkan namun Badan Inovasi India mengatakan perlu waktu untuk menguji efektivitasnya.

Untuk memastikan keefektivan alat ini, seorang wanita harus menempelkan alat ke badan penyerang.

"Alat ini menyetrum orang yang berniat mencabuli sehingga calon korban bisa lari," kata Manu.

Alat ini juga memiliki kamera untuk merekam wajah penyerang.

Jadi, apakah dengan alat ini, Manu tidak lagi cemas bila adiknya ke luar rumah?

"Adik saya bisa menghadapi laki-laki siapa saja sekarang," kata Manu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management